Sabtu, 16 Februari 2019

Penjelasan Muqsam Bih dan Kondisi Muqsam Alaih

MUKSAM BIH
Muqsam bih ialah lafadz yang terletak sesudah adat qasam yang dijadikan sebagai sandaran dalam bersumpah yang juga disebut sebagai syarat. Allah bersumpah dengan dzatnya yang kudus dan mempuyai sifat sifat khusus, atau dengan ayatnya yang menetapkan eksistensi dan sifat sifatnya. Dan sumpahnya dengan sebagian makhluk menunjukan bahwa makhluk tersebut salah satu ayatnya yang besar
         Allah telah bersumpah dengan dzatnya sendiri dalam al-quran pada tujuh tempat :

1. QS AT-TAGHABUN:7
2. QS SABA’: 3
3. QS YUNUS: 53
4. QS MARYAM: 68
5. QS AL-HIJR: 92
6. QS AN-NISA: 65
7. QS AL-MA’ARIJ: 40
Semua sumpah dalam al-quran ( kecuali ketujuh tempat di atas)adalah dengan menggunakan nama makhluk. Misalnya,
1. QS AS-SYAMS:1-2
2. QS AL-LAIL: 1-3
3. QS AL-FAJR: 1-4
4. QS AT-TAKWIR: 15
5. QS ATH-THIN: 1-2
Allah bersumpah dengan apa saja yang di kehendakinya , adapun sumpah manusia dengan selain allah merupakan salah satu bentuk kemusyrikan. Diriwayatkan dari umar bin khathab bahwa rosullullah bersabda : “barang siapabersumpah dengan selain nama allah, maka ia telah kafir dan telah mempersekutukan allah.”
Dan diriwayatkan dari al-hasan, ia berkata , “ allah boleh bersumpah dengan makhluk yang di kehendakinya. Namun tidak boleh seorang pun bersumpah kecuali dengan nama allah.”


KONDISI MUQSAM ALAIH
1. Tujuan qasam adalah untuk mengkukuhkan dan mewujudkan muqsam alaih. Karena itu, muqsam alaih haruslah berupa hal hal yang layak di sumpahkan.
2. Jawab qasam biasanya di sebutkan dan terkadang tidak di sebutkan, sebagaimana jawab “lau”(jika) sering di buang seperti firman allah QS AT-TAKASUR: 5
Penghilangan seperti ini merupakan uslub paling baik, sebab menunjukan kebesaran dan keagungan.
           Jawaban qasam terkadang dihilangkan karena sudah ditunjukan oleh perkataan yang di sebutkan di atasnya, seperti : QS AL-QIYAMAH: 1-2
Jawab qasam disini di hilangkan karena sudah di tunjukan oleh firman sesudahnya, yaitu :QS AL-QIYAMAH: 3
Penjelasannya ialah: sesungguhnya kamu akan dibangkitkan dan dihisab.
3. Fi’il madhi mutsbat mutasahrrih yang tidak di dahului ma’mulnya, apabila menjadi jawab qasam, harus di sertai dengan “lam” dan “qad”. Dan salah satu dari keduanya tidak boleh di hilangkan kecuali kalimat terlalu panjang, seperti, QS ASY-SYAMS: 1-9. Jawab qasamnya ialah (ayat ke-9).”lam” pada ayat ini dihilangkan karena pembicaraannya terlalu panjang.
4. Allah bersumpah atas prinsip prinsip keimanan yang wajib diketahui makhluk. Disini allah bersumpah untuk menjelaskan tauhid. Seperti , QS AS-SHAFFAT: 1-4
Allah bersumpah untuk menegaskan bahwa al-quran itu hak, seperti, QS AL-WAQI’AH: 75-77
Allah bersumpah untuk menjelaskan bahwa rasul itu benar , seperti, QS YASIN: 1-3
Allah bersumpah untuk menjelaskan batasan, janji dan ancaman, seperti, QS AZ-ZHARIAT: 1-6
            Dan allah bersumpah untuk menerangkan kondisi manusia, seperti, QS AL-LAIL: 1-4
Siapa saja yang meneliti qasam-qasam dalam al-quran, tentu ia akan memperoleh berbagai macam pengetahuan yang tidak sedikit.
5. Qasam itu adakalanya atas jumlah khabariyah ( kalimat berita), dan inilah yang banyak, seperti firman allah : QS AZ-ZHARIYAT: 27
Dan adakalanya dengan jumlah thalabiyah secara maknawi ( kalimat yang berisi tuntutan perintah, larangan, pertanggungjawaban, ancaman dan sebagaiya, seperti, QS AL-HIJR: 92-93. Yang dimaksud ayat ini ialah ancaman dan peringatan.

Tidak ada komentar: